tanyadokter2

Newsletter

Saya ingin Berlangganan Artikel

Tips Seputar Nutrisi

Anak Istimewa Anak Down Syndrome 

Setiap orang tua tentu menginginkan lahirnya seorang anak sebagai pelengkap dalam hidup. Anak adalah anugerah karunia terbesar yang diberikan Tuhan kepada  ayah dan bunda sekalian. Ada beberapa anak yang dilahirkan normal, namun ada pula anak-anak yang terlahir dengan kondisi istimewa. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2009 memperkirakan, jumlah penyandang disabilitas dari semua kategori disabilitas di Indonesia mencapai 10 persen populasi. Adapun data Kementerian Sosial menyatakan pada 2010 ada 11 juta penyandang disabilitas dari semua kategori, dengan 7 juta di antaranya terserap dunia kerja.

Salah satu kondisi dari anak-anak yang terlahir spesial adalah anak dengan down syndrome. Down syndrome adalah  kelainan yang terjadi karena kondisi kromosom yang mengalami abnormalitas. Kelainan ini lah yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental, namun bukan harus serta merta untuk di disudutkan karena faktanya beberapa anak down syndrome juga dapat berprestasi jika di damping oleh orang tua yang semangat dan mengerti akan kondisi si anak, serta diberi kesempatan yang baik dalam hidup bermasyarakat.

Gejala yang muncul akibat sindrom down dapat bervariasi mulai dari yang tidak tampak sama sekali, tampak minimal sampai muncul tanda yang khas. Penderita dengan tanda khas sangat mudah dikenali dengan adanya penampilan fisik yang menonjol berupa bentuk kepala yang relatif kecil dari normal (microchephaly) dengan bagian anteroposterior kepala mendatar. Pada bagian wajah biasanya tampak sela hidung yang datar, mulut yang mengecil dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia). Seringkali mata menjadi sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds). Tanda klinis pada bagian tubuh lainnya berupa tangan yang pendek termasuk ruas jari-jarinya serta jarak antara jari pertama dan kedua baik pada tangan maupun kaki melebar. Sementara itu lapisan kulit biasanya tampak keriput (dermatoglyphics). Kelainan kromosom ini juga bisa menyebabkan gangguan atau bahkan kerusakan pada sistem organ yang lain.

Share
Posted by Admin in Kesehatan Anak  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *